PROFILE DESA DALAM KAUM

Dalam Kaum merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Desa ini memiliki luas 32 km2 (12,98% dari wilayah Kecamatan Sambas) dan merupakan desa terluas kedua di Kecamatan Sambas setelah Desa Lumbang. Desa ini dulunya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Sambas yang sampai sekarang masih bediri kokoh Keraton Kesultanan yang dinamai Istana Alwatzikoebillah. Desa Dalam Kaum terdiri dari 4 dusun, yaitu: Dusun Kaum, Dusun Sukamantri, Dusun Sukaramai dan Dusun Sukaraja.

Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, Desa Dalam Kaum merupakan desa dengan jumlah penduduk tebanyak ketiga di Kecamatan Sambas setelah Desa Kartiasa dan Desa Lumbang. Penduduk Desa Dalam Kaum sebanyak 3.619 jiwa (8,05% dari total penduduk Kecamatan Sambas) dengan rincian 1.761 laki-laki dan 1.858 perempuan. Kepadatan penduduk di desa ini adalah 113 jiwa/km2 yang menjadikannya sebagai desa dengan kepadatan penduduk terkecil keempat di Kecamatan Sambas setelah Desa Sumber Harapan, Lumbang, dan Lubuk Dagang.

Desa Dalam Kaum kaya akan tempat wisata, diantaranya:

  • Istana Alwatzikoebillah, istana atau keraton Kesultanan Sambas.
  • Makam sultan-sultan Sambas, yang terletak tak jauh dari istana.
  • Masjid Jami’ Sultan Muhammad Syafieuddin II, salah satu masjid terbesar di Sambas dan merupakan peninggalan dari zaman kesultanan.
  • Muare Ulakkan, muara yang mempertemukan Sungai Sambas Besar, Sungai Sambas Kecil, dan Sungai Teberau; terletak di depan keraton Sambas.
  • Water Front City, proyek pembangunan area tepi Sungai Sambas; bantuan dari Kesultanan Brunai Darussalam.
  • Gerattak Sabbo’, jembatan besar yang menghubungkan Desa Dalam Kaum dengan Desa Tanjung Mekar; pernah mengalami kerusakan hebat ketika Sambas mengalami banjir besar pada tahu 1963.
  • Gerattak Asam, salah satu dari dua jembatan beton peninggalan zaman kolonial; menghubungkan Desa Dalam Kaum dengan Desa Lubuk Dagangdan Tanjung Bugis.

Kegiatan pariwisata di Dalam Kaum dibantu dengan adanya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muare Ulakkan.

( Sumber : https://id.wikipedia.org  )